PONEK di Rumah Sakit, PONEK RSUD, PONEK Rumah Sakit, RS PONEK, Rumah Sakit Ponek

PONEK di Rumah Sakit – Pelatihan PONEK

PONEK DI RUMAH SAKIT

PONEK di Rumah Sakit

Pada tahun 2021 Jumlah kematian ibu di Indonesia mencapai angka 7.389 kematian. Jumlah ini menunjukkan peningkatan di bandingkan tahun 2020 sebanyak 4.627 kematian. Mencegah kematian ibu, khususnya saat persalinan telah menjadi perhatian baik secara global dan nasional. Memastikan seluruh wanita memiliki akses terhadap kontrasepsi, menyediakan perawatan untuk melahirkan, serta akses perawatan darurat yang tepat waktu pada ibu hamil ketika akan melahirkan di nilai menjadi upaya terbaik dalam upaya mencapai target AKI.

Penurunan kematian dan peningkatan kualitas hidup ibu dan anak tidak terlepas dari penanganan kasus emergensi di fasilitas pelayanan kesehatan. Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) di Rumah Sakit (RS) sebagai suatu kesatuan sistem rujukan mempunyai peran yang sangat penting. Salah satu upaya peningkatan PONEK di Rumah Sakit yaitu melalui pemenuhan tenaga kesehatan, pemenuhan ketersediaan peralatan, obat dan bahan habis pakai.

Kunci keberhasilan pelayanan PONEK adalah ketersediaan tenaga kesehatan yang kompeten, sarana, prasarana dan manajemen yang handal. Ruang tindakan gawat darurat dengan instrumen dan obat yang lengkap adalah salah satu aspek yang harus tersedia dalam rangka Program Menjaga Mutu pada penyelanggaraan PONEK. Pada saat ini masih di temukan beberapa masalah terkait akses pemenuhan kebutuhan obat dan instrumen pada penanganan kasus kegawatdaruratan oleh petugas pada kasus maternal antara lain : proses pengambilan alat dan obat tersebut berada di luar ruangan tindakan, tidak adanya standardisasi dalam penyimpanan kontainer yang berisi kit emergensi obstetri, dan isi dari kit yang tidak lengkap.

PRINSIP KAIZEN

PONEK di Rumah Sakit

Hal tersebut menggambarkan adanya suatu mobilisasi petugas yang tidak perlu sehingga berdampak pada pemborosan waktu serta tenaga petugas. Di butuhkan terobosan yang dapat mengurangi waste time dengan menggunakan prinsip Kaizen. Prinsip Kaizen bertujuan untuk mengeliminasi pemborosan pada semua sistem dengan memperbaiki aktivitas dan proses yang terstandar. Sehingga menghasilkan sistem pelayanan PONEK yang lebih efektif di IGD RS. Diawali dengan mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya aktivitas yang berkaitan dengan waste time dan waste motion pada proses pelayanan PONEK. Menghasilkan inovasi yang berdampak langsung dalam meminimalkan faktor penyebab waste time dan waste motion pada proses pelayanan PONEK. Sehingga dapat meningkatkan efektifitas pelayanan di RS.

Lebih lanjut terkait informasi PELATIHAN PONEK KLIK DISINI

Gambar Pelatihan PONEK 2024
Foto Bersama Pelatihan PONEK