Pelatihan PONEK, Pelatihan PONEK 2022, Pelatihan PONEK 2023, Pelatihan PONEK 2024, Pelatihan PONEK 2025, Pelatihan PONEK 2026, Workshop PONEK 2025

Pelatihan PONEK 2026

Pelatihan PONEK rumah sakit (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif) adalah pelatihan yang menyediakan layanan untuk menangani pasien ibu hamil yang akan melangsungkan persalinan dengan status gawat darurat.

Dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi, WHO mencanangkan program Safe Motherhood yang mempunyai slogan Making Pregnancy Safer (MPS), di dalamnya terdapat 4 pilar penting salah satunya adalah Pelayanan Obstetrik Neonatal Esensial/Emergensi yang bertujuan untuk menjamin tersedianya pelayanan esensial pada kehamilan risiko tinggi dengan gawat-obstetrik, pelayanan emergensi untuk gawat-darurat-obstetrik dan juga komplikasi persalinan pada setiap ibu yang membutuhkannya.

Pemerintah Indonesia melalui Kementrian Kesehatan kemudian mengembangkan program tersebut dengan rangkaian paket pembelajaran dan pelatihan yaitu PONEK (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif) dan PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar) yang bertujuan meningkatkan para profesional di bidang pelayanan kesehatan dalam memberikan pelayanan tinggi kepada ibu, bayi baru lahir, dan anak.

Untuk itu kami menyelenggarakan PELATIHAN PELAYANAN OBSTETRI NEONATAL EMERGENSI KOMPREHENSIF bagi petugas kesehatan di rumah sakit yang terlibat langsung dalam pelayanan PONEK. Selain selaras dengan tujuan pencapaian Milenium Development Goals (MDG’s), pelatihan ini juga dalam rangka memenuhi persyaratan Akreditasi Rumah Sakit 2012 (JCI) khususnya pada pemenuhan Sasaran MDG’s.

TUJUAN

Tujuan Umum :
Pelatihan Ini Bermaksud Untuk Membantu Rumah Sakit Dalam Menyiapkan SDM Yang Kompeten Dalam Memberikan Pelayanan Emergensi Maternal Neonatal Secara Komprehensif Dan Juga Mendayagunakan Rumah Sakit Sebagai Pusat Rujukan Pelayanan Ibu Dan Anak.

Tujuan Khusus :
Secara Khusus Pelatihan Ini Bermaksud Untuk Memberikan Atau Meningkatkan Kompetensi Dokter, Bidan Dan Perawat Dalam Pelayanan Emergensi Maternal Neonatal

MATERI PELATIHAN PONEK

  1. Surveilens Kematian Ibu
  2. Distosia Bahu
  3. Maternal Collapse
  4. Preeklamsia dan Hipertensi Dalam Kehamilan
  5. Perdarahan Pasca Salin
  6. Persalinan Bokong
  7. Skrining Kehamilan Risiko Tinggi
  8. Manajemen Ponek
  9. Kebijakan Program Kesehatan dan Sistim Rujukan Pada Ibu dan Bayi Baru Lahir
  10. Pencegahan Infeksi pada Persalinan dan Bayi Baru Lahir
  11. Tata Laksana Kegawatdaruratan pada Kehamilan, Persalinan dan Nifas
  12. Kegawatan Bayi Baru Lahir/ Neonatus di Beberapa Tingkat Pelayanan Neonatus
  13. Neonatal Resuscitation
  14. Nutrisi Parental pada Neonatus

METODE PELATIHAN

  1. Ceramah
  2. Diskusi
  3. Simulasi
  4. Penyusunan Program

BIAYA & FASILITAS

Paket A Rp 5.750.000,- /peserta Menginap di Grand Puri Saron Hotel Malioboro Yogyakart

(1 kamar/peserta) selama 3 hari 2 malam, konsumsi (makan pagi, makan siang, makan malam), Coffee break 2 kali sehari, sertifikat, Training kit, foto bersama dan sebuah tas eksklusif.

Paket B Rp 4.750.000,-/peserta

Tanpa Menginap di Hotel, Coffee break 2 kali sehari dengan makan siang di hotel selama 2 hari. Training kit, sertifikat, foto bersama dan juga sebuah tas eksklusif.

TEMPAT PENYELENGGARAAN : Grand Puri Saron Hotel Malioboro Yogyakarta
Jln. Sosrowijayan No. 70 Yogyakarta

Telp/Fax : (0274) 4436844
WA : 081228859896 / 082324284296
E-mail : mitradiklat_konsultan@yahoo.co.id

Biaya Pelatihan ditransfer melalui Bank BNI Cabang Yogyakarta a/n. Mitra Diklat
No. Rek. : 0917-6800-53 atau dapat dibayar langsung pada saat registrasi.

Catatan :

  1. Batas konfirmasi pendaftaran 3 hari sebelum hari pelaksanaan
  2. MENERIMA PELATIHAN VIA ONLINE

JADWAL TAHUN 2026

JANUARIFEBRUARIMARET
08 – 1005 – 0705 – 07
29 – 3126 – 2826 – 28
APRILMEIJUNI
09 – 1107 – 0911 – 13
23 – 2528 – 3025 – 27
JULIAGUSTUSSEPTEMBER
09 – 1106 – 0803 – 05
23 – 2527 – 2924 – 26
OKTOBERNOVEMBERDESEMBER
08 – 1005 – 0703 – 05
29 – 3126 – 2817 – 19
Gambar Pelatihan PONEK 2024
Foto Bersama Pelatihan PONEK Adalah
Pelatihan PONEK, Pelatihan PONEK 2024, Pelatihan PONEK 2025, Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif, PONEK

Pelatihan PONEK – Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehenif

Sejak 2007, Indonesia tercatat sebagai negara dengan angka kematian ibu (AKI) tertinggi di Asia Tenggara (UNFPA, 2013). Angka tersebut mencapai 228 kematian per 100.000 kelahiran hidup. Lima tahun kemudian, Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (2013) menunjukkan AKI di Indonesia berada pada angka 359 kematian per 100.000. Angka tersebut tentu masih sangat jauh dari target kelima Millenium Development Goals. Pada 2015 mencapai 102 kematian per 100.000 kelahiran hidup.

Badan dunia, United Nation Development Program, Senin (14/12) meluncurkan kajian Human Development Report 2015. Dalam indikator maternal mortality (kematian ibu melahirkan) Indonesia berada pada posisi 190 (kematian) per 100.000 (kelahiran). Pemerintah melalui Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012 menyebut angka AKI di Indonesia masih 359 per 100 ribu kelahiran. Banyak Negara tidak bisa mencapai sasaran yang ditetapkan dalam Millenium Development Goals (MDGs) seperti halnya Indonesia.

Kematian maternal sendiri terjadi karena berbagai penyebab, salah satunya kegawatdaruratan maternal yang tidak tertangani dengan baik.Perdarahan yang mengancam nyawa selama kehamilan dan dekat cukup bulan meliputi perdarahan yang terjadi pada minggu awal kehamilan (abortus, mola hidatidosa, kista vasikuler, kehamilan ekstrauteri/ ektopik) dan perdarahan pada minggu akhir kehamilan dan mendekati cukup bulan (plasenta previa, solusio plasenta, ruptur uteri, perdarahan persalinan per vagina setelah seksio sesarea, retensio plasentae/ plasenta inkomplet), perdarahan pasca persalinan, hematoma, dan koagulopati obstetri.

PELATIHAN PONEK

Dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi, WHO mencanangkan program Safe Motherhood yang mempunyai slogan Making Pregnancy Safer (MPS), di dalamnya terdapat 4 pilar penting salah satunya adalah Pelayanan Obstetrik Neonatal Esensial/Emergensi yang bertujuan untuk menjamin tersedianya pelayanan esensial pada kehamilan risiko tinggi dengan gawat-obstetrik, pelayanan emergensi untuk gawat-darurat-obstetrik dan juga komplikasi persalinan pada setiap ibu yang membutuhkannya.

Pemerintah Indonesia melalui Kementrian Kesehatan kemudian mengembangkan program tersebut dengan rangkaian paket pembelajaran dan pelatihan yaitu PONEK (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif) dan PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar) yang bertujuan meningkatkan para profesional di bidang pelayanan kesehatan dalam memberikan pelayanan tinggi kepada ibu, bayi baru lahir, dan anak.

Lebih lanjut terkait informasi PELATIHAN PONEK KLIK DISINI

Foto Bersama Pelatihan PONEK
Pelatihan PONEK
Pelatihan Asuhan Neonatal
Pelayanan PONEK, Pelayanan PONEK Adalah, Pelayanan PONEK Apa Saja, Standar Pelayanan PONEK, Standar PONEK Rumah Sakit

Pelayanan PONEK – Pelatihan PONEK 2025

PELAYANAN PONEK

Upaya pelayanan PONEK secara khusus ditujukan pada penurunan AKI dan AKB sesuai dengan target program nasional dalam Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS). Selain itu, upaya pelayanan PONEK harus dapat mengupayakan kesehatan reproduksi ibu yang baik dan pencapaian tumbuh kembang anak yang optimal sesuai dengan potensi genetiknya.

Ruang lingkup pelayanan PONEK di RS dimulai dari garis depan/UGD selanjutnya ke kamar operasi/ruang tindakan sampai ke ruang perawatan. Secara singkat dapat dideskripsikan sebagai berikut:

  • Stabilisasi di UGD dan persiapan untuk pengobatan de nitif.
  • Penanganan kasus gawat darurat oleh tim PONEK RS di ruang tindakan.
  • Penanganan operatif cepat dan tepat meliputi laparatomi dan juga seksio sesaria.
  • Perawatan intermediate dan intensif ibu dan juga bayi.
  • Pelayanan Asuhan Ante Natal Risiko Tinggi.

Selanjutnya, syarat minimal pelayanan yang harus disediakan oleh RS PONEK adalah:

  • Mampu memberikan Pelayanan Kesehatan Maternal Fisiologis dan Risiko Tinggi pada masa antenatal, intranatal dan juga post natal.
  • Mampu memberikan Pelayanan Neonatal Fisiologis dan juga Risiko Tinggi pada level IIB (Asuhan Neonatal dengan Ketergantungan Tinggi)

Jenis Pelayanan

  • Pertama, Pelayanan Kesehatan Maternal Resiko Tinggi, sebagai berikut :
    • Perdarahan pada kehamilan muda / abortus.
    • Nyeri perut dalam kehamilan muda dan lanjut / kehamilan ektopik.
    • Kehamilan Ektopik (KE) & Kehamilan Ektopik Terganggu (KET).
    • Hipertensi, Preeklamsi / Eklamsi.
    • Perdarahan pada masa Kehamilan
    • Kehamilan Metabolik
    • Kelainan Vaskular / Jantung
    • Pasien dengan Multi Organ Failure
    • Ibu hamil, Ibu bersalin, Ibu pascasalin dengan Gagal Jantung New York Heart Assosciation (NYHA) Class III-IV atau CHF kelas 3-4 karena sebab apapun.
    • Aneurisma Malformasi Arteriovena (Aneurisma Arterio Venous Malformation) besar dan pecah dengan midline shift tanpa dilakukan tindakan
    • Miastenia Gravis stadium lanjut yang mengenai otot pernapasan dan juga bulbar
    • Multiple sclerosis (ALS) yang mengenai otot pernapasan dan juga bulbar
    • Epilepsi intractable, polifarmasi, dan juga status konvulsivus
    • Penyakit ginjal kronik (Chronic Kidney Disease) stage V
    • Terakhir, Sindrom Eisenmenger
  • Kedua, Masa Intranatal
    • Persalinan dengan parut uterus
    • Persalinan dengan distensi uterus
    • Gawat janin dalam persalinan
    • Pelayanan terhadap syok
    • Ketuban pecah dini
    • Persalinan macet
    • Induksi dan akselerasi persalinan
    • Aspirasi vakum manual
    • Ekstraksi Cunam
    • Seksio sesarea
    • Episiotomi
    • Kraniotomi dan kraniosentesis
    • Malpresentasi dan malposisi
    • Distosia bahu
    • Prolapsus tali pusat
    • Plasenta manual
    • Perbaikan robekan serviks
    • Perbaikan robekan vagina dan juga perineum
    • Perbaikan robekan dinding uterus
    • Reposisi Inersio Uteri
    • Histerektomi
    • Sukar bernapas
    • Kompresi bimanual dan aorta
    • Dilatasi dan kuretase
    • Terakhir, Ligase arteri uterine
  • Ketiga, Anestesia Umum dan Lokal untuk Seksio Sesaria
    • Anestesia spinal, ketamin
    • Blok pudendal
  • Selanjutnya, Masa Post Natal
    • Masa nifas
    • Demam pasca persalinan / infeksi nifas
    • Perdarahan pasca persalinan
    • Nyeri perut pasca persalinan
    • Keluarga Berencana

Lebih lanjut terkait PELATIHAN PONEK KLIK DISINI

Gambar Pelatihan Pelayanan PONEK
Gambar Pelatihan Pelayanan PONEK
Pelatihan PONED, Pelatihan PONED 2025, Pelatihan PONEK, Pelatihan PONEK 2025, PONEK, Ponek dan Poned, Workshop PONED 2025, Workshop PONEK 2025

Pelatihan PONEK dan PONED 2025

KOLABORASI PONEK DAN PONED

Kolaborasi PONEK dan PONED

Kolaborasi antara PONED dan PONEK sangat di butuhkan dalam upaya meningkatkan penyelenggaraan pelayanan kesehatan dalam kondisi sumber daya yang terbatas. Dalam sistem kolaborasi ini pasien mulai ditangani tidak hanya sejak dilakukannya rujukan ke PONED ataupun PONEK, melainkan sejak di komunitas. Melalui kerjasama dengan LSM ataupun pembentukan kader kesehatan akan mampu mendeteksi dini adanya faktor risiko terkait obstetri dan neonatus di lingkungan masyarakat. Selain itu melalui jejaring yang sudah di bentuk di tiap PONED-PONEK dalam suatu wilayah juga bisa membantu melakukan deteksi dini sekaligus menentukan pelayanan apa yang di butuhkan oleh masyarakat.

Berikut adalah tahapan dalam kolaborasi PONED-PONEK:

  • Membentuk struktur dan tupoksi pelaku utama serta mitra PONED-PONEK dan jejaring pelayanan emergensi utamanya terkait kasus obstetri dan neonatus.
  • Menyusun rencana kegiatan kolaborasi PONED-PONEK di tingkat Provinsi, kabupaten/kota. Termasuk mapping wilayah kerja Puskesmas mampu PONED dan RS PONEK dalam suatu sistem rujukan dan pola pembinaan.
  • Menyediakan hotline service atau sistem informasi komunikasi di masing-masing rumah sakit, khusus kasus obstetri dan neonatus dan Dinas Kesehatan kabupaten/kota.
  • Membentuk SOP tentang pelayanan di RS PONEK dan Puskesmas PONED dalam penanganan kasus obstetri dan neonatus.
  • RS PONEK melakukan pembinaan ke Fasilitas pelayanan kesehatan dasar Puskesmas PONED, yang di hadiri oleh Tim dokter, Bidan Koordinator dan beberapa Bidan Desa Tertentu yang di koordinasikan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.
  • Upaya kendali mutu pelayanan dan perbaikan kinerja secara internal. Termasuk komponen jejaring secara berkala dan terjadwal yang di fasilitasi oleh Dinas Kesehatan yaitu Dinas Kesehatan kabupaten/kota dan Rumah Sakit.
  • Membentuk sistem pencatatan dan pelaporan secara berkala di tingkat kabupaten/kota dan Provinsi.
  • Melaksanakan evaluasi triwulan kinerja dan kualitas pelayanan institusional RS Rujukan dan Jejaring Pelayanan dan Komunikasi Emergensi di wilayah cakupan PONEK. Di lakukan oleh Organisasi Profesi dan Kemenkes.
  • Melakukan kajian data outcome (terutama MMR, NMR, still-birth, near-miss), dengan megkaji antara output pelayanan dengan kualitas pelayanan (quality of care) kesehatan Ibu dan Bayi baru lahir.

JADWAL PELATIHAN PONEK DAN PONED 2025

BULAN JANUARIBULAN FEBRUARIBULAN MARET
23 – 25 JANUARI 2025 20 – 22 FEBRUARI 2025  20 – 22 MARET 2025 
BULAN APRILBULAN MEIBULAN JUNI
 24 – 26 APRIL 2025  22 – 24 MEI 2025  19 – 21 JUNI 2025 
BULAN JULIBULAN AGUSTUSBULAN SEPTEMBER
 24 – 26 JULI 2025  28 – 30 AGUSTUS 2025  25 – 27 SEPTEMBER 2025 
BULAN OKTOBERBULAN NOVEMBERBULAN DESEMBER
 23 – 25 OKTOBER 2025  27 – 29 NOVEMBER 2025   18 – 20 DESEMBER 2025  

Lebih lanjut terkait informasi PELATIHAN PONEK KLIK DISINI

pelayanan IGD PONEK
Pelatihan PONED
Pelatihan PONEK, Pelatihan PONEK 2024, Pelayanan PONEK, RS PONEK, Rumah Sakit Ponek

Pelatihan PONEK Rumah Sakit

Pelayanan PONEK (obstetri neonatal emergensi komprehensif) adalah suatu pelayanan kedaruratan kasus maternal dan neonatal secara komprehensif danterintegrasi selama 24 jam melalui jejaring rujukan dalam suatu wilayah /daerah.

Rumah Sakit yang menyediakan Layanan PONEK 24 jam adalah Rumah Sakit yang memilki kemampuan dalam menyelenggarakan pelayanan Kedaruratan Maternal dan Neonatal secara komprehensif dan terintegrasi 24 jam dalam sehari, 7 hari dalam seminggu.

Regionalisasi Pelayanan Obstetri dan Neonatal adalah suatu sistem pembagian wilayah kerja rumah sakit dengan cakupan area pelayanan yang dapat dijangkau oleh masyarakat dalam waktu kurang dari 1 jam, agar dapat memberikan tindakan darurat sesuai standar. Regionalisasi menjamin agar sistem rujukan kesehatan berjalan secara optimal.

Rujukan adalah pelimpahan tanggung jawab timbal balik dua arah dari sarana pelayanan primer kepada sarana kesehatan sekunder dan tersier.

Upaya dalam Layanan PONEK 24 Jam

  1. Stabilisasi di UGD dan persiapan untuk pengobatan definitif
  2. Penanganan kasus gawat darurat oleh tim PONEK RS di ruang tindakan
  3. Penanganan operatif cepat dan tepat meliputi laparotomi, dan sektio saesaria
  4. Perawatan intensif ibu dan bayi.
  5. Pelayanan Asuhan Ante Natal Risiko Tinggi

Layanan yang tersedia meliputi; antara lain :

  • Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal Fisiologis
  • Pelayanan kesehatan Maternal dan Neonatal dengan risiko rendah-sedang
  • Pelayanan kesehatan Maternal dan Neonatal dengan risiko tinggi
  • Pelayanan Kesehatan Neonatal
  • Pelayanan Ginekologis
  • Pelayanan Penunjang Medik
  • Layanan IMD (Inisiasi Menyusui Dini); dll.
  • Metode Rawat Gabung Ibu dan Bayi

Kriteria sebagai Rumah sakit PONEK; antara lain sbb :

  • Ada dokter jaga yang terlatih di UGD untuk mengatasi kasus emergensi baik secara urnum maupun emergensi obstetri — neonatal.
  • Dokter, bidan dan perawat telah mengikuti pelatihan tim PONEK di rumah sakit meliputi resusitasi neonatus, kegawat-daruratan obstetrik dan neonatus.
  • Mempunyai Standar Operating Prosedur penerimaan dan penanganan pasien kegawat-daruratan obstetrik dan neonatal.
  • Kebijakan tidak ada uang muka bagi pasien kegawat-daruratan obstetrik dan neonatal.
  • Mempunyai prosedur pendelegasian wewenang tertentu.
  • Mempunyai standar respon time di UGD selama 10 menit, di kamar bersalin kurang dari 30 menit, pelayanan darah kurang dari 1 jam.
  • Tersedia kamar operasi yang siap (siaga 24 jam) untuk melakukan operasi, bila ada kasus emergensi obstetrik atau umum.
  • Tersedia kamar bersalin yang mampu menyiapkan operasi dalam waktu kurang dari 30 menit.
  • Memiliki kru/awak yang siap melakukan operasi atau melaksanakan tugas sewaktu-waktu,meskipun on call.
  • Adanya dukungan semua pihak dalam tim pelayanan PONEK, antara Iain dokter kebidanan, dokter anak, dokter I petugas anestesi, dokter penyakit dalam, dokter spesialis Iain serta dokter umum, bidan dan perawat.
  • Tersedia pelayanan darah yang siap 24 jam.
  • Tersedia pelayanan penunjang Iain yang berperan dalam PONEK, seperti Laboratorium dan Radiologi selama 24 jam, recovery room 24 jam, obat dan alat penunjang yang selalu siap tersedia.

Lebih lanjut terkait PELATIHAN PONEK KLIK DISINI

Foto Bersama Pelatihan PONEK Rumah Sakit

Pelatihan PONEK 2024