Pelayanan PONEK, Pelayanan PONEK Adalah, Pelayanan PONEK Apa Saja, Standar Pelayanan PONEK, Standar PONEK Rumah Sakit

Pelayanan PONEK – Pelatihan PONEK 2025

PELAYANAN PONEK

Upaya pelayanan PONEK secara khusus ditujukan pada penurunan AKI dan AKB sesuai dengan target program nasional dalam Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS). Selain itu, upaya pelayanan PONEK harus dapat mengupayakan kesehatan reproduksi ibu yang baik dan pencapaian tumbuh kembang anak yang optimal sesuai dengan potensi genetiknya.

Ruang lingkup pelayanan PONEK di RS dimulai dari garis depan/UGD selanjutnya ke kamar operasi/ruang tindakan sampai ke ruang perawatan. Secara singkat dapat dideskripsikan sebagai berikut:

  • Stabilisasi di UGD dan persiapan untuk pengobatan de nitif.
  • Penanganan kasus gawat darurat oleh tim PONEK RS di ruang tindakan.
  • Penanganan operatif cepat dan tepat meliputi laparatomi dan juga seksio sesaria.
  • Perawatan intermediate dan intensif ibu dan juga bayi.
  • Pelayanan Asuhan Ante Natal Risiko Tinggi.

Selanjutnya, syarat minimal pelayanan yang harus disediakan oleh RS PONEK adalah:

  • Mampu memberikan Pelayanan Kesehatan Maternal Fisiologis dan Risiko Tinggi pada masa antenatal, intranatal dan juga post natal.
  • Mampu memberikan Pelayanan Neonatal Fisiologis dan juga Risiko Tinggi pada level IIB (Asuhan Neonatal dengan Ketergantungan Tinggi)

Jenis Pelayanan

  • Pertama, Pelayanan Kesehatan Maternal Resiko Tinggi, sebagai berikut :
    • Perdarahan pada kehamilan muda / abortus.
    • Nyeri perut dalam kehamilan muda dan lanjut / kehamilan ektopik.
    • Kehamilan Ektopik (KE) & Kehamilan Ektopik Terganggu (KET).
    • Hipertensi, Preeklamsi / Eklamsi.
    • Perdarahan pada masa Kehamilan
    • Kehamilan Metabolik
    • Kelainan Vaskular / Jantung
    • Pasien dengan Multi Organ Failure
    • Ibu hamil, Ibu bersalin, Ibu pascasalin dengan Gagal Jantung New York Heart Assosciation (NYHA) Class III-IV atau CHF kelas 3-4 karena sebab apapun.
    • Aneurisma Malformasi Arteriovena (Aneurisma Arterio Venous Malformation) besar dan pecah dengan midline shift tanpa dilakukan tindakan
    • Miastenia Gravis stadium lanjut yang mengenai otot pernapasan dan juga bulbar
    • Multiple sclerosis (ALS) yang mengenai otot pernapasan dan juga bulbar
    • Epilepsi intractable, polifarmasi, dan juga status konvulsivus
    • Penyakit ginjal kronik (Chronic Kidney Disease) stage V
    • Terakhir, Sindrom Eisenmenger
  • Kedua, Masa Intranatal
    • Persalinan dengan parut uterus
    • Persalinan dengan distensi uterus
    • Gawat janin dalam persalinan
    • Pelayanan terhadap syok
    • Ketuban pecah dini
    • Persalinan macet
    • Induksi dan akselerasi persalinan
    • Aspirasi vakum manual
    • Ekstraksi Cunam
    • Seksio sesarea
    • Episiotomi
    • Kraniotomi dan kraniosentesis
    • Malpresentasi dan malposisi
    • Distosia bahu
    • Prolapsus tali pusat
    • Plasenta manual
    • Perbaikan robekan serviks
    • Perbaikan robekan vagina dan juga perineum
    • Perbaikan robekan dinding uterus
    • Reposisi Inersio Uteri
    • Histerektomi
    • Sukar bernapas
    • Kompresi bimanual dan aorta
    • Dilatasi dan kuretase
    • Terakhir, Ligase arteri uterine
  • Ketiga, Anestesia Umum dan Lokal untuk Seksio Sesaria
    • Anestesia spinal, ketamin
    • Blok pudendal
  • Selanjutnya, Masa Post Natal
    • Masa nifas
    • Demam pasca persalinan / infeksi nifas
    • Perdarahan pasca persalinan
    • Nyeri perut pasca persalinan
    • Keluarga Berencana

Lebih lanjut terkait PELATIHAN PONEK KLIK DISINI

Gambar Pelatihan Pelayanan PONEK
Gambar Pelatihan Pelayanan PONEK
Pelatihan PONEK, Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif, Pelayanan PONEK, PONEK, Rumah Sakit Ponek

Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK)

Angka kematian ibu dan neonatus di Indonesia masih menduduki peringkat yang cukup tinggi di Asia Tenggara, bahkan penurunannya terhitung relatif lambat. Kematian ibu sebagian besar di sebabkan oleh perdarahan, infeksi, dan juga eklamsia. Maka proses persalinan hingga perawatan bayi harus di lakukan dengan sistem yang terpadu di tingkat nasional maupun regional. Pelayanan obstetri dan neonatal di tingkat regional merupakan pelayanan terpadu yang disediakan dalam bentuk Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) di rumah sakit, dan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) di puskesmas. Dalam perannya menurunkan AKI, ketersediaan tenaga kerja yang kompeten dan handal merupakan kunci keberhasilan PONEK dan PONED. Di Indonesia sudah disusun buku pedoman manajemen penyelenggaraan PONEK maupun PONED selama 24 jam di rumah sakit dan juga puskesmas tertentu.

Rumah sakit PONEK merupakan rumah sakit rujukan yang memberikan pelayanan 24 jam untuk kegawatdaruratan ibu dan bayi. Keberadaan PONEK dan PONED sangat membantu menurunkan AKI jika disertai petugas kesehatan serta sarana dan rasarana yang memadai. Dalam pelaksanaannya PONED dan PONEK harus bekerjasama untuk saling mendukung pelayanan ibu dan bayi sebaik mungkin.

Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK)

Rumah sakit dalam PONEK harus mampu menangani kasus rujukan yang tidak mampu di lakukan petugas kesehatan di tingkat layanan primer (dokter, bidan, perawat). Pelayanan ini di sediakan selama 24 jam. Pelayanan PONEK meliputi stabilisasi di UGD dan persiapan obat definitif, penanganan kasus gawat darurat oleh tim PONEK RS di ruang tindakan, penanganan operatif tepat dan cepat (laparotomi dan seksio serkaria), perawatan intensif ibu dan bayi, serta pelayanan asuhan antenatal risiko tinggi.

Ruang lingkup pelayanan rumah sakit PONEK dibagi dalam 2 kelas:

  1. Kelas C
    • Pelayanan fisiologis (pelayanan kehamilan, persalinan, nifas, asuhan bayi baru lahir, imunisasi dan SDIDTK)
    • Pelayanan dengan risiko tinggi (antenatal, intranatal, postnatal)
    • Pelayanan kesehatan neonatal
    • Pelayanan ginekologis
    • Perawatan khusus/ high care unit dan transfusi darah
  2. Kelas B
    • Pada pelayanan kelas B ini juga menyediakan 5 pelayanan seperti di kelas C, hanya saja dengan sarana yang lebih memadai, seperti adanya layanan ICU dan NIC, asuhan bayi dengan level 2, dan terdapat perawatan intensif untuk neonatus.

Rumah sakit PONEK diwajibkan memiliki sarana pemeriksaan penunjang sebagai berikut:

  • Pelayanan darah, Meliputi penyediaan darah, pemeriksaan darah, dan bekerjasama dengan unit penyedia darah lainnya.
  • Perawatan intensif, Dalam unit ini dilakukan pemantauan cairan, pengawasan gawat napas/ ventilator, dan perawatan sepsis
  • Pencitraan, Termasuk di dalamnya radiologi dan USG ibu dan bayi
  • Laboratorium, Minimal mampu melakukan pemeriksaan darah dan urin rutin, kultur darah dan urin, dan pemeriksaan kimia lainnya.

KRITERIA UMUM RUMAH SAKIT PONEK

Tidak semua rumah sakit dapat di jadikan rujukan/ sebagai PONEK, rumah sakit tersebut harus memenuhi kriteria umum sebagai berikut:

  • Memiliki dokter jaga terlatih di UGD untuk menangani kasus emergensi umum maupun obstetri dan neonatal
  • Tenaga kesehatan (dokter, bidan, perawat) telah mengikuti pelatihan tim PONEK di rumah sakit (meliputi resusitasi neonatus, kegawatdaruratan obstetri dan neonatus)
  • Memiliki SOP penerimaan dan penanganan pasien kegawatdaruratan obstetri dan neonatus
  • Memiliki kebijakan yang tidak memberlakukan uang muka untuk pasien gawatdarurat obstetrik dan neonatus
  • Memiliki prosedur pendelegasian wewenang tertentu
  • Memiliki standard response time di UGD 10 menit, kamar bersalin <30 menit, dan pelayanan darah <1 jam
  • Tersedia kamar operasi 24 jam
  • Tersedia kamar bersalin yang mampu menyiapkan operasi <30 menit
  • Memiliki tim yang siap sedia jika ada kasus darurat
  • Dukungan dari semua pihak tim PONEK (dokter obsgyn, dokter anak, dokter anestesi, dokter penyakit dalam, dokter spesialis lain, dokter umum, perawat, dan bidan)
  • Pelayanan darah tersedia selama 24 jam
  • Pelayanan penunjang dan obat tersedia selama 24 jam
  • Perlengkapan harus bersih, dan tersedia dalam jumlah yang cukup. Perlengkapan yang membutuhkan listrik juga harus selalu tersedia

Pada rumah sakit PONEK di butuhkan tim standar yang terdiri dari 1 dokter obsgyn, 1 dokter anak, 1 dokter UGD, 3 orang bidan, 2 orang perawat, dan 1 dokter/ perawat anestesi. Lebih idealnya di tambah dengan petugas laboratorium dan administrasi, serta perawat yang bekerja dengan sistem shift. Secara umum ruangan yang harus di miliki dalam rumah sakit PONEK adalah ruang maternal, ruang neonatus, ruang operasi, dan juga ruangan penunjang

Lebih lanjut terkait informasi PELATIHAN PONEK KLIK DISINI

Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Konprehensif

Foto Bersama Pelatihan PONEK Adalah
Pelatihan PONEK, Pelatihan PONEK 2022, Pelatihan PONEK 2023, Pelatihan PONEK 2024, Pelatihan PONEK Adalah

Pelatihan PONEK Adalah – Pelatihan PONEK 2024

PELATIHAN PONEK (PELAYANAN OBSTETRI NEONATAL EMERGENSI KOMPREHENSIF)

Dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi, WHO mencanangkan program Safe Motherhood yang mempunyai slogan Making Pregnancy Safer (MPS). Di dalam program tersebut terdapat 4 pilar penting salah satunya adalah Pelayanan Obstetrik Neonatal Esensial/Emergensi. Tujuannya yaitu untuk menjamin tersedianya pelayanan esensial pada kehamilan risiko tinggi dengan gawat-obstetrik. Selain itu juga untuk pelayanan emergensi untuk gawat-darurat-obstetrik dan komplikasi persalinan pada setiap ibu yang membutuhkannya.

Pemerintah Indonesia melalui Kementrian Kesehatan kemudian mengembangkan program tersebut dengan rangkaian paket pembelajaran dan pelatihan. Yaitu PONEK (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif) dan PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar). Tujuannya untuk meningkatkan para profesional di bidang pelayanan kesehatan dalam memberikan pelayanan tinggi kepada ibu, bayi baru lahir, dan anak. Pelayanan PONEK bekerja secara khusus untuk menurunkan AKI dan AKB sesuai tujuan program nasional dalam Standar Akreditasi Rumah Sakit Nasional (SNARS).

Secara lebih luas, kerja pelayanan PONEK harus mengupayakan kesehatan reproduksi ibu yang baik dan tumbuh kembang anak yang optimal sesuai dengan potensi genetiknya. Pelayanan PONEK di rumah sakit dimulai dari lini depan/ruang gawat darurat dan meluas ke ruang operasi/ruang tindakan hingga ruang perawatan. Melalui pelatihan PONEK, kami berharap rumah sakit di Indonesia akan memiliki tenaga kesehatan yang lebih berkualitas. Sehingga dapat menjadi rumah sakit yang memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas juga. Khususnya untuk kesehatan ibu, bayi baru lahir, dan anak, serta dapat mencapai tujuan program WHO untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak.

Tujuan Pelatihan PONEK

Skill yang akan didapatkan setelah mengikuti Pelatihan PONEK (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Komprehensif) adalah:

  • Memahami tentang pendarahan
  • Mempelajari tentang pemakaian partograf
  • Memahami tentang kontrasepsi
  • Penilaian masa gestasi, asupan enternal, dan parenteral, resusitasi dewasa, dan gawat janin.

Lebih lanjut terkait informasi PELATIHAN PONEK KLIK DISINI

Foto Praktek Pelatihan PONEK
Foto Praktek Pelatihan PONEK
Foto Praktek Pelatihan PONEK
Foto Praktek Pelatihan PONEK
Pelatihan PONEK 2022, Pelatihan PONEK 2023, Pelatihan PONEK 2024, PONEK RSUD, PONEK Rumah Sakit

Pelatihan PONEK 2024 – Pelatihan PONEK untuk Rumah Sakit

PENYELENGARAAN PELATIHAN PONEK TAHUN 2024

Pelayanan PONEK (obstetri neonatal emergensi komprehensif) adalah suatu pelayanan kedaruratan kasus maternal dan neonatal secara komprehensif dan terintegrasi selama 24 jam melalui jejaring rujukan dalam suatu wilayah /daerah.

Dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi, WHO mencanangkan program Safe Motherhood yang mempunyai slogan Making Pregnancy Safer (MPS). Dalam program tersebut terdapat 4 pilar penting salah satunya adalah Pelayanan Obstetrik Neonatal Esensial/Emergensi (PONEK). PONEK bertujuan untuk menjamin tersedianya pelayanan esensial pada kehamilan risiko tinggi dengan gawat-obstetrik, pelayanan emergensi untuk gawat-darurat-obstetrik dan juga komplikasi persalinan pada setiap ibu yang membutuhkannya.

Pemerintah Indonesia melalui Kementrian Kesehatan kemudian mengembangkan program tersebut dengan rangkaian paket pembelajaran dan pelatihan. Pelatihan tersebut yaitu PONEK (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif) dan PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar). Dimana pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan para profesional di bidang pelayanan kesehatan dalam memberikan pelayanan tinggi kepada ibu, bayi baru lahir, dan anak.

Tujuan Pelatihan PONEK

Tujuan Umum :
Secara Umum Pelatihan Ini Dimaksudkan Untuk Membantu Rumah Sakit Dalam Menyiapkan SDM Yang Kompeten Dalam Memberikan Pelayanan Emergensi Maternal Neonatal Secara Komprehensif. Selain itu juga Mendayagunakan Rumah sakit Sebagai Pusat Rujukan Pelayanan Ibu Dan Anak.

Tujuan Khusus :
Secara Khusus Pelatihan Ini bermaksud Untuk Memberikan Atau Meningkatkan Kompetensi Dokter, Bidan Dan Perawat Dalam Pelayanan Emergensi Maternal Neonatal.

Materi

  1. Pertama, Surveilens Kematian Ibu
  2. Distosia Bahu
  3. Maternal Collapse
  4. Preeklamsia dan Hipertensi Dalam Kehamilan
  5. Perdarahan Pasca Salin
  6. Persalinan Bokong
  7. Strategi Pendekatan Risiko dan Sistem Rujukan
  8. Manajemen Ponek
  9. Kebijakan Program Kesehatan dan Sistim Rujukan Pada Ibu dan Bayi Baru Lahir
  10. Pencegahan Infeksi pada Persalinan dan Bayi Baru Lahir
  11. Tata Laksana Kegawatdaruratan pada Kehamilan, Persalinan dan Nifas
  12. Kegawatan Bayi Baru Lahir/ Neonatus di Beberapa Tingkat Pelayanan Neonatus
  13. Neonatal Resuscitation
  14. Terakhir, Nutrisi Parental pada Neonatus

Lebih lanjut terkait informasi PELATIHAN PONEK TAHUN 2024 KLIK DISINI

Gambar Pelatihan PONEK 2024
Gambar Pelatihan PONEK 2024